Literary Translation

WEREBOY by Daniel Erirco

Tahun: 2007

Source: https://www.freechildrenstories.com/wereboy-1

Penerjemah: Vendy Aliyanto


Tahun: 2023


Disclaimer: Terjemahan ini dibuat hanya untuk tugas kuliah :)


ENGLISH (SL)

INDONESIAN (TL)

WEREBOY

Bocah Serigala

Warren was just a regular wolf pup... until he discovered that the full moon brings on a transformation unlike any other. Instead of a wild wolf, Warren becomes a polite young boy. For Warren, you see, is the dreaded Wereboy!

 

Warren hanyalah seekor anakan serigala biasa... sampai ia menemukan bahwa bulan purnama membawa transformasi yang tak seperti yang lain. Alih-alih menjadi serigala liar, Warren berubah menjadi bocah lelaki yang sopan. Karena bagi Warren, ia adalah si Bocah Serigala yang ditakuti!"

The wolves in the woods, grow as wild as trees.

They do not say Thank You. They do not say Please.

They roll in the dirt and they chomp and they growl.

At nighttime they look at the moon and they howl.

 

Serigala di hutan tumbuh liar seperti POHON.
Mereka tak mengucap Terima Kasih. Tak juga mengucap MOHON.
Mereka berguling di tanah, dan mengaum dan mereka MENGERAM.
Pada malam hari mereka melihat bulan dan meraung dengan SERAM.

But Warren was different, the youngest wolf pup.

He would not go howl. He would not look up.

Instead, he ran back to his cave to go hide.

And you would not believe what would happen inside.

 

Tapi Warren berbeda, anakan serigala TERMUDA.

Dia Tak akan mengaum. Tak akan melihat ke ATAS.

Sebaliknya, ia lari kembali ke pergi ke dalam gua untuk BERSEMBUNYI.

Dan kalian takkan percaya apa yang terjadi DI DALAM. .

The brightest full moon would cause Warren to change.

From a furry young wolf, to a creature most strange.

His hair would grow short, and run right to his head.

His paws would spread out, and form fingers instead.

 

Bulan purnama terang akan membuat Warren BERUBAH.

Dari serigala muda berbulu, menjadi makhluk yang palin ANEH.

Bulu-bulunya akan tumbuh pendek, dan berjalan ke atas KEPALANYA.

Kakinya akan melebar, dan membentuk jari-jari tangan sebagai GANTINYA.

His snout would shrink down to a small little nub.

While his ears became small, like a one-day-old cub.

His teeth would unsharpen, like pieces of corn.

And always, somehow, there were clothes to be worn.

 

 

 

Ia punya moncong yang mengecil jadi inti KECIL.

Telinganya pun kecil, seperti anak serigala KECIL.

Gigi-giginya tak tajam, seperti butiran JAGUNG.

Dan selalu, tak tahu bagaimana, selalu ada pakaian yang hingga ia GUNAKAN.

He’d stand on two legs, and start walking around.

And on his behind, not a tail to be found!

His parents were shocked when they saw him transform.

It certainly, wolfenly, wasn’t the norm.

 

Ia berdiri di atas dua kaki, kesana kemari berjalan di SEKITARNYA.

Dan dari belakangnya, tak satupun ekor yang bisa DITEMUKAN!

Sang ibu dan ayah terkejut saat melihat ia PERUBAHANNYA.

Sungguh, sebagai serigala, hal itu sangatlah asing dan aneh BAGINYA .

Warren became a polite, quiet, joy.

For Warren, you see, was a dreaded… Wereboy!

He’d only eat sandwiches, without the crust.

He’d didn’t talk back. He preferred earning trust.

 

Warren menjadi polos, sopan, dan CERIA.

Karena Warren, sebenarnya, adalah... BOCAH SERIGALA!

Hanya sandwich saja yang ia makan, tanpa kerak KULIT.

Ia tak membalas omongan. Ia lebih suka DIPERCAYAI.

They scratched at their heads when he cleaned up the cave.

It wasn’t how wolves had been taught to behave.

His bedtime, he found, was just one tad too late.

So, he marched off the sleep, without any debate.

 

Orang tua Warren menggarukan mereka kepala saat melihat Warren membersihkan GUA.

itu bukan bagaimana semestinya para serigala seharusnya di didik untuk BERTINDAK.

pada saat jam tidur, dia ditemukan sedikit TERLAMBAT.

jadi, dia langsung pergi untuk tidur tanpa PERDEBATAN.

Instead of the floor, he would sleep on a bed.

Leaves for a blanket and straw for his head.

By morning he’d be a young wolf pup again.

They all kept the secret together. But then

 

Daripada di lantai, Warren memilih tidur di KASURNYA.

Dengan daun sebagai selimut dan jerami sebagai BANTALNYA.

Saat pagi, dia pun terbangun dan kembali menjadi anak serigala LAGI.

Merekapun merasahasiakan rahasia ini bersama. Sampai suatu waktu LAGI.

A pack celebration to honor Sinclair,

The eldest of wolves, with the whitest of hair.

When it came time to howl, they all looked around.

But the family of Warren was not to be found.

 

 

 

Pesta untuk menghormati SINCLAIR.

serigala tertua, dengan rambut putih BERSIH.

saat tiba waktunya untuk mengaum, semua menoleh SEKITARNYA,

namun keluarga Warren tidak DITEMUKAN.

They came to the cave, and asked why they had hid.

And that’s when they saw him. A… well… a kid.

“A Wereboy!” they shouted, “What do we do??”

“Don’t get too close or then you’ll catch it too!”

 

Mereka pergi ke gua keluarga Warren dan bertanya mengapa mereka BERSEMBUNYI.

Dan ketika mereka melihat dia, iya seorang bocah KECIL.

"bocah serigala" mereka berteriak, apa yang seharusnya kita PERBUAT?"

"Jangan terlalu dekat dengannya atau kamu juga akan menjadi dirinya JUGA!"

Warren sat patiently, reading his books,

But somehow, that made them give wolfier looks.

His parents objected, “There’s nothing to fear,

Everyone changes. Each one of us here.”

 

Warren duduk dengan sabar sambil membaca BUKUNYA.

Tapi entah mengapa, hal tersebut membuatnya terlihat seperti serigala TAMPANGNYA.

Orang tua Warren membantah,"Tidak ada yang perlu DITAKUTI,

Semua orang berubah, begitupula dengan kita semua akan MENGIKUTI."

“Warren’s the wolf that you all knew before,

It’s just that he happens to be that and more!”

Sinclair stepped ahead, with his scraggily knees.

“Excuse me,” he creaked with a cough and a weeze.

 

"Warren adalah serigala yang sudah kalian semua kenal SEBELUMNYA,

Hanya saja dia menjadi seperti itu dan SETERUSNYA!"

Yang Mulia Sinclair pun maju kedepan, dengan LUTUS KURUSNYA.

"Permisi," katanya dengan suara batuk dan suara SESAKNYA.

“I have just the test, and we’ll know the truth soon.

All wolves, be they true, howl up at the moon.”

So, the pack gathered round and they brought him outside.

And Warren did something he hadn’t yet tried.

 

"Saya akan melakukan sebuah tes dan kita akan mengetahui semua kebenarannya SEGERA.

Semua serigala yang sejati, akan meraung ke bulan PURNAMA ."

Maka, sekumpulan serigala berkumpul dan membawa Warren ke LUAR.

Dan Warren melakukan sesuatu yang belum pernah ia COBA.

He lifted his head and he puffed out his chest,

Looked straight at the moon and he gave it his best.

And from inside his heart, where it lay all along,

Came not a howl, but a beautiful song.

 

 

 

Dia mengangkat kepalanya, dan membusungkan DADANYA.

Menatap lurus kebulan dan memberikan yang TERBAIKNYA.

Dan dari dalam hatinya, dimana semua BERADA DI HATINYA.

yang datang bukanlah suara meraung, tapi sebuah LAGU YANG INDAH.

Soon one by one, all the wolves sat to listen.

Until morning dew on the grass came to glisten.

His parents, Sinclair, and the wolves from his pack,

Watched the sun change him from Wereboy to back.

 

Tak lama kemudian, satu per satu serigala duduk untuk MENDENGARKAN.

Sampai embun pagi di rumput datang MEMPERHATIKAN.

Orangtuanya, Sinclair, dan para serigala dari sebuah PERKUMPULAN.

Menyaksikan matahari mengubahnya dari bocah serigala jadi settingan AWALAN .

And they saw him, this time, as they had not before.

A wolf, and a boy, and forever, much more.

"Dan mereka melihatnya, kali ini, seperti belum pernah SEBELUMNYA.

Seekor serigala, seorang anak, dan selamanya, jauh lebih BANYAKNYA."

 



Komentar

Postingan Populer